Minggu, 09 Oktober 2011

Kembang Kol & Brokoli

Kembang Kol [b. oleracea var. botrytis]
Tahun ini kembang kol menghasilkan kumpulan kembang yang sangat rapat, padat dan berukuran raksasa. Kami tidak banyak menanam kembang kol karena hasil satu rumpun saja bisa dinikmati selama berbulan-bulan, dan saya harus membekukan beberapa bagian.
Mark Twain pernah menyatakan bahwa kembang kol sebagai 'a cabbage with a college education', tapi lama-lama kembang kol makin banyak digemari orang dan memiliki sejarah yang panjang.
Penyemaian dilakukan langsung di atas lahan kebun, karena kembang kol tidak suka dipindah-pindahkan ke lain tempat. Saat penyemaian, tanah juga harus dijaga kelembabannya, tidak lupa pemberian pupuk yang mengandung boron, magnesium, dan potassium sangat berguna untuk memperoleh kepala sebesar ini.
Brokoli [b. oleracea var. cymosa]
Kami selalu menanam brokoli setiap tahunnya. Dan anehnya, brokoli sangat cepat tumbuhnya. Saya sering kewalahan untuk membekukan brokoli, karena jumlahnya saat panen sangat banyak. Seringkali harus dipanen sesegera mungkin sebelum hama serangga seperti 'moth' mulai meletakkan telur-telurnya di sela-sela florets. Rasanya bakal jadi aneh.
Bibit disemai sejak akhir Musim Semi, dan tanam bibit yang sudah berdaun pada Musim Panas, dengan jarak sekitar 50cm satu dengan yang lainnya, supaya saat mulai bersemi tidak tumpang tindih dan terlalu rapat. Tanah harus dijaga kelembabannya, juga harus terus dirumputi tanaman liar di sekitarnya atau untuk lebih ringan ke depannya, sesudah ditanam, sekelilingnya musti diberi tumpukan jerami atau kulit pohon yang sudah diserut sampai halus. Brokoli harus segera dipanen sebelum berbunga, sesegeranya 10-11 minggu setelah penanaman.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar