Thursday, October 13, 2011

VARIETAS UNGGUL AREN GENJAH KUTIM: AWAL KEBANGKITAN TANAMAN AREN

AWAL KEBANGKITAN TANAMAN AREN

Tanaman aren merupakan jenis tanaman palma yang penyebarannya cukup luas di Indonesia. Data dari Ditjenbun (2010), pada tahun 2010 luas tanaman aren sekitar 59.388 ha dengan produksi sekitar 33.181 ton gula aren. Namun demikian, pada umumnya tanaman aren masih tumbuh secara liar walaupun ada beberapa daerah yang telah mulai membudidayakan. Hal ini disebabkan tanaman aren yang berkembang saat ini umumnya merupakan Aren Dalam dengan umur mulai produksi lebih dari 10 tahun dan tinggi tanaman sekitar 14 meter.


Pada tanggal 12 Juli 2011, hasil sidang Tim Penilai dan Pelepas Varietas (TP2V) memutuskan bahwa Aren Genjah Kutim memenuhi syarat untuk dilepas sebagai varietas unggul oleh Menteri Pertanian. Hal ini menjadikan Aren Genjah Kutim sebagai varietas aren yang pertama dilepas.

Aren Genjah Kutim ini merupakan hasil kerjasama eksplorasi dan karakterisasi antara Balitka dengan Pemda Kabupaten Kutai Timur. Tanaman Aren ini memiliki keunggulan dari segi umur mulai produksi yang cepat, yaitu 5-6 tahun, tinggi tanaman yang hanya sekitar 3-4 meter sehingga mudah dalam upaya penyadapan nira dan memiliki produksi nira yang cukup tinggi. Rata-rata jumlah mayang betina pada setiap tanaman sebanyak 7 mayang dan jumlah mayang jantan sebanyak 7 mayang dengan total produksi nira rata-rata sebanyak 5.987 liter dan waktu penyadapan sekitar 2,5 bulan/mayang. Sehingga umur tanaman sekitar 7-8 tahun.





Aren Genjah Kutim, memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi. Dari produksi nira yang dihasilkan hingga tanaman berumur 7-8 tahun, rata-rata dapat dibuat gula aren sekitar 120 ton per ha tanaman, dengan harga pokok produksi gula aren sekitar Rp 5.285/kg. Sehingga apabila harga gula aren sekitar Rp 7.000/kg maka akan didapat keuntungan sekitar Rp. 205 juta per ha hingga tanaman berumur 7-8 tahun atau sekitar Rp 29 juta per ha per tahun.


Nira aren juga dapat diolah menjadi bio-ethanol. Dari produksi nira yang dihasilkan hingga tanaman berusia 7-8 tahun, rata-rata dapat dibuat bio-ethanol sekitar 68.000 liter per ha tanaman.


Saat ini telah terpilih pohon-pohon induk dengan potensi benih per pohon sekitar 4.000 butir yang dapat digunakan untuk pengembangan tanaman aren seluas 2-3 ha. (Else Tenda).

Sumber : http://balitka.litbang.deptan.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=157%3Avarietas-ungul-aren-genjah-kutim-awal-kebangkitan-tanaman-aren-&catid=37%3Aberita&Itemid=160&lang=en



No comments:

Post a Comment